Langsung ke konten utama

Bagaimana Bila

Bagaimana bila Allah hendak memberi kita sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita inginkan, tapi kita tetap kukuh berdoa untuk apa yang kita inginkan itu? Semisal kita berdoa agar mendapat satu apel dengan kualitas baik, tapi sebenarnya Allah ingin memberi kita sepuluh?

Bagaimana bila Allah ingin memberikan yang terbaik versiNya, tapi kita begitu keras kepala ingin memiliki yang terbaik versi kita? 

Kita terlalu fokus pada apa yang kita mau, sementara Allah kirimkan banyak kebaikan lain untuk datang menghampiri kita. Tapi kita masih saja bertahan pada yang satu itu dan mengabaikan yang lain. Kita seyakin itu dengan pikiran kita sendiri.  

Bagaimana bila Allah merasa jenuh melihat kita yang begitu putus asa dengan keinginan kita dan akhirnya Ia memberikan apa yang kita mau?

Bagaimana bila ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan itu, baru kemudian Allah tampakkan rahasiaNya?

Menurutmu, tidakkah kita sedang merugi dan menganiaya diri sendiri?

Seandainya itu semua terjadi, aku berharap kita tidak sedang menyesali kebodohan kita sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

Inspirasi Kebaikan dari yang Gratisan

Siapa sih yang tak senang kalau dapat promo? Apalagi gratisan, termasuk soal makanan. Ya itulah yang saya rasakan setelah dua kali mendapat promo makan gratis di salah satu restoran Korea yang tersertifikasi halal.  What? Waittttt…. Iya halal sih, tapi gimana ceritanya muslimah yang kerudungnya lebar makan di restoran korea dengan setelan lagu ala budaya pop korea yang hype abis? girls bandnya saja pakaiannya kurang bahan, kan bertolak belakang sekali dengan nilai-nilai Islam. Jangan-jangan makan di sana karena ngefans sama artis koreanya? Tak malu apa sama kerudung? Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Buat saya pribadi, saya tidak merumitkan  itu. Dibilang ngefans tidak juga. Murni karena promonya menarik, makanannya halal dan rasanya enak. Saya berpikir positif, barangkali dengan semakin banyaknya muslim/ah yang datang ke restoran itu budaya popnya bisa sedikit bergeser ke arah yang lebih ramah dengan nilai Islam. Atau setidaknya customer muslim punya penga...

percakapan #1

X: kamu juga sih karena ga enak hati semuanya aja di-iya-in, ujung-ujungnya kamu sendiri kan yg kebingungan. Overload capacity. Y: kamu tahu kan bagaimana aku. X: iya aku tahu, tahu kalau sekarang kamu butuh jeda dan ruang bernapas. Aku gak peduli kalau dititik ini orang lain bilang kamu egois, ga bisa dipercaya, atau apa pun lah. Kamu itu bukan mesin. #percakapan