Langsung ke konten utama

Postingan

Bangun!

Berhenti! Saya ketinggalan jauh... tunggu! Satu-dua langkah, kalah, tertinggal Ahh, masih saja saya berkutat pada hal-hal sepele. Masih aja ngurusin tentang hal-hal privat. Masih aja ngurusin rasa gak enak hati diri sendiri. Sial. Kapan sih ini berakhir? Kalau seperti ini bagaimana mau naik level? -------------------------------------------------------------- Devil talk: Yaudah sih, jangan cengeng! Kesel sama diri sendiri gitu? Trus orang lain jadi kambing hitam? Oh dear, pengecut banget. Ayo bangun! jangan tidur terus dalam zona nyaman. Jangan maunya terus-terusan cari aman.

Gak kayak nintendo

Hidup itu gak kayak permainan nintendo. Sekali main minimal punya tiga nyawa, Kalau selama permainan itu dapat poin banyak bisa bonus nyawa tambahan, Atau ada doorprize nyawa di tempat tersembunyi. Atau kalau gak puas dengan permainan itu bisa ulang dari awal Sebebas-bebasnya...

Risau

Akhir-akhir ini saya sering bertanya-tanya tentang banyak hal. Tidak semua orang bisa memberikan jawaban yang memuaskan tanda tanya dalam benak saya itu (tapi masih lebih baik daripada tidak dijawab sama sekali). Ada kekosongan setiap kali saya merasa tidak pernah bisa menemukan jawabannya. Kadang saya jadi berpikir lagi, apa pertanyaan saya terlalu berbahaya atau di luar nalar? Atau mereka mulai bosan dengan banyaknya tanya yang saya punya. Entahlah...

Firasat Hati

Jalan Margonda Raya pukul 22.10 WIB, lengang dan sepi. Lama rasanya tak menikmati udara seperti ini dengannya, Dew. Ia masih sama seperti dulu, tidak pernah santai kalau mengendarai motor, apalagi jalanan sepi, tancap gas! Dari sapa, cerita, dan tanya, juga pertanyaan balik. “kalau kamu Ning, bagaimana?” tanyanya yang membuatku menarik nafas sejenak. Salah satu pertanyaan dari tiga janji, tiga tahun lalu sebelum kami menentukan jalan masing-masing. Berpikir keras mencari jawaban dalam waktu yang singkat. Tak ada! Umn, belum ada maksudku. Atau  tepatnya aku tak berani berharap- l.e.b.i.h. Saat itu diam-diam kutitipkan doa pada langit, “Allah, jika ku tak mampu lagi menggenggam tangannya, jangan biarkan mereka lepas dari genggaman-MU. Allah, jagalah mereka, karena aku masih mencintainya” *** Sebelum maghrib, di rumah Yat. Ia juga masih sama; perempuan innocent, jujur, dan halus perasaannya. Dew dan Yat ngobrol sesuatu yang membuatku penasaran. “Dew kalau pulang k...

Happy Ied Mubarak 1434 H

I know that no matter how many times I say sorry, the mistakes I've made won't disappear. Please just give me another chance and accept my apologies... Happy Ied Mubarak 1434 H :) Taqabbalallahuminna wa minkum,Shiyamana wa Shiyamakum

25 Januari 2013

25 Januari 2013 Sehari sebelum terselenggaranya SERPIHAN HATI di Kalimang... Sugi, koordinator perlengkapan sudah ketar-ketir menanyakan siapa yang akan mengantar barang-barang perlengkapan seminar ke kalimalang. Awalnya, beberapa hari sebelumnya mau di ambil sama ikhwan dari kalimalang. Tapi setelah dikonfirm ulang mereka belum bisa mengambil barang di hari kamis karena yang punya mobil lagi ada agenda lain. Sedangkan kalau diambil di hari-hari sebelumnya, seksi perlengkapan di Depok belum sepenuhnya siap. Alhamdulillah adik kelasku dari seksi HPD, Sheila bersedia membantu dan meluangkan waktunya di hari Jum’at, 25 Januari. Dari kampus E berangkat ke masjid Daarul Ilmi kampus D jam sebelasan kurang. Ke sana mau ambil buku-buku sponsor yang di simpan di kestari lantai dua. Sudah mencoba menghubungi ikhwan yang ada di masjid Daarul Ilmi, tapi responnya lama. Ditungguin gak muncul-muncul, mungkin dia lagi sibuk mempersiapkan untuk sholat Jum’at. Nah! Sekalinya keliatan, di...

Sanggup Sabar?

Bagi kita-kita yang sering ke BANGET an keponya tentang sesuatu, yang sering SOTOY atas pengetahuan yang dimiliki (walau sebenarnya pengetahuan yang kita miliki relatif kecil dibandingkan dengan yang lain), yang seringnya NYAMBER aja kayak kabel listrik padahal orang lain belum selesai dengan kalimat-kalimatnya, lantas dengan tidak sabar kita potong dengan komentar-komentar pribadi yang kita anggap benar, atau kita yang justru memperunyam masalah dengan minimya pengetahuan tapi masih saja berlagak ‘ SOK IYE ’ dan pengen banget dianggap EKSIS dengan penghormatan orang lain atas diri kita, Maka ada baiknya kita memperhatikan sepenggal kisah Musa a.s dengan Khidr a.s. yang diceritakan dalam Al Qur’an: Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?” Dia menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas ...