Akhir-akhir
ini saya sering bertanya-tanya tentang banyak hal. Tidak semua orang bisa
memberikan jawaban yang memuaskan tanda tanya dalam benak saya itu (tapi masih
lebih baik daripada tidak dijawab sama sekali). Ada kekosongan setiap kali saya
merasa tidak pernah bisa menemukan jawabannya. Kadang saya jadi berpikir lagi,
apa pertanyaan saya terlalu berbahaya atau di luar nalar? Atau mereka mulai
bosan dengan banyaknya tanya yang saya punya. Entahlah...
Pendakian saya ke Gunung Papandayan kali ini ditemani oleh 4 orang. Pertama Amir, dia adalah teman sekelas saya ketika S1 di jurusan komunikasi. Kedua ada Ajeng, teman satu kampus, satu organisasi, juga teman mengaji bareng. Ketiga Esa, Esa adalah teman sekelasnya ajeng di jurusan teknik informatika. Dan terakhir ada Ryan. Ryan adalah temannya Amir. Kami berlima janjian untuk bertemu di titik kumpul Terminal Kampung Rambutan. Saya datang pertama, kemudian Ajeng dan Esa. Sambil menunggu Amir dan Ryan, kami bertiga makan malam dahulu dengan nasi padang. Tak lama kemudian Ryan tiba. Setelah Amir datang dan semua anggota lengkap kami langsung naik bis ekonomi AC meluncur ke Garut. Kami berangkat sekitar jam sembilan malam. Tiba di Terminal Guntur-Garut jam setengah tiga pagi. Udara dingin mulai terasa menusuk kulit. Di sini saya dan teman-teman sempat diminta oleh seorang pemuda untuk memberinya sekian uang. Sepertinya ia mabuk, terlihat dari pupil matanya dan mulutnya ya...
Komentar
Posting Komentar