Langsung ke konten utama

Tulisan Abadi

Diri ini hanya seorang penulis, bukan penyair apalagi sastrawan.
Mungkin itu yang membedakan.
Diri ini hanya seorang penulis amatir yang mencoba meletakkan pemikiran dan mengekspresikan perasaan dalam kata sebagai catatan.
Bahkan terkadang tak pandai memilih diksi.
Tulisan ini mungkin masih jauh... jauh sekali dari kategori “bagus” atau semacamnya.
Mungkin tulisan ini pun belum mampu menggetarkan jantung, atau menggerakkan hati-hati pembacanya.
Hanya tulisan sederhana, iseng, polos dan nyeleneh.
Tulisan ini menjadi sebagian rangkaian catatan perjalanan hidup penulisnya.
Di sisi lain, tulisan ini adalah sebuah perenungan.
Memang, bisa jadi perenungan yang dangkal dan terkesan sepihak.
Acapkali terasa, diri ini menulis bukan untuk bercerita pada yang lainnya, tapi untuk berbincang dengan pikiran dan mendengarkan nurani sendiri.
Dan ada semburat asa menyenangkan apabila tulisan-tulisan sederhana dapat bermanfaat untuk orang lain.
Karena.... tulisan abadi, sedang lisan menguap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Menjadi Ibu Profesional

Setelah mengikuti kelas matrikulasi institut ibu profesional, ada banyak hal yang membuat mata saya terbuka lebih lebar. Ternyata menjadi ibu profesional itu tidak instan. Ada serangkaian proses yang perlu dipahami dan dijalani seorang perempuan. Baik dalam hal kapasitasnya sebagai seorang individu, seorang istri, maupun sebagai seorang ibu. Setiap proses-proses itu tentu ada pembelajaran dan ilmunya tersendiri. Dan seperti nasihat dari Imam ghazali bahwa ilmu itu bukanlah yang dihafal, melainkan yang ada di dalam dada; maka konsekuensinya dalam setiap pembelajaran di kelas ini dituntun agar dikerjakan secara nyata akan benar-benar terpahat di dada. Berikut saya akan mengulas beberapa hal yang menarik dari materi di kelas matrikulasi. #Week 1 Pada minggu ini, kami belajar tentang adab. Bahkan adab terhadap ilmu itu sendiri penting untuk diketahui. Sebab adab adalah prasyarat atas baiknya ilmu dan amal yang dijalankan. Menuntut ilmu sendiri merupakan proses untuk meningkatkan...

Keterbukaan Tanpa Beban

“Pada topeng, kita paling tidak belajar satu hal, ada wajah kita yang sejati, diri kita yang asli tersembunyi di sana. Untuk menemukan itu kembali, kita hanya perlu melepas topeng, sesederhana itu…” -Muhammad Akhyar Relasi yang baik, dibentuk dengan komunikasi yang baik pula. Semakin kita terbuka dengan orang lain, kepercayaan semakin terbangun. Semakin meningkatnya kepercayaan dalam sebuah relasi, semakin terasa nyaman pula kita untuk membuka siapa sejatinya diri kita. Tentu orang yang berharap menjalin relasi yang baik tidak dibangun dengan jalan kepura-puraan dan saling mencurigai. Hambatan terbesar sebenarnya bukan terletak pada bagaimana kita mengungkap dan coba memahami sosok asli di balik topeng lawan bicara kita. Tapi di awali dari sejauh mana kita berani untuk melepas topeng kita sendiri. Sejauh mana kita berusaha untuk terbuka dan merasa nyaman menjadi diri kita sendiri. Memang bukan hal yang ringan ketika kita mencoba melepas topeng. Kita sering malu bersikap, men...

Memahami Orang Lain

Mengapa kita tertarik untuk memahami orang lain? Kita cenderung tertarik memahami orang lain karena mereka punya peranan penting dalam hidup kita. Kita seringkali menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mengerti perilakunya. Kita akan selalu mencoba memahami mereka dengan meneliti emosinya dan menafsirkan perilakunya. Kadang kala yang kita lakukan itu tepat tapi tentu tidak selamanya berhasil. Dalam psikologi, proses ini bisa disebut sebagai persepsi sosial; yakni proses-proses yang kita gunakan untuk mencoba mengetahui dan memahami orang kita. Dengan persepsi sosial, kita melatih kemampuan untuk membaca orang lain. Lebih lanjut hal ini bisa berguna untuk melatih empati kita terhadap orang lain. Apa yang kita lakukan saat kita membentuk persepsi sosial? Kita sangat tertarik untuk memahami dan mencari tahu bagaimana perasaan orang lain saat ini -terlebih mereka yang kita anggap spesial di hati, kita tentu akan memikirkan mereka lebih banyak daripada orang lain. Ketika kita ...