Langsung ke konten utama

Pion Kecil

Kadang ia merasa ia lebih mirip pion kecil dalam bidak percaturan
Pion kecil yang tak punya banyak pilihan
Pion kecil yang langkahnya harus selalu maju, maju, maju satu langkah
Pion kecil yang berada dalam barisan terdepan
Ia bertanya-tanya, pertanyaan yang memburu
Siapa sih yang menempatkan dirinya diposisi ini?
Dan mengapa ia harus menjadi pion yang hanya punya pilihan untuk melangkah maju?
Bukannya tidak ngeri
Bukannya jantung tidak bergetar hebat
Apabila berhadapan dengan benteng, kuda, ster, ratu, dan raja pihak lawan
Mereka... petinggi yang lebih fleksibel langkahnya
Mereka... lebih powerful
Pion kecil ini bisa saja mendapat serangan dari arah yang tak terduga
Pion ini rentan luka, dan bisa tewas kapan saja
Sesekali nyali pion ini mengerdil
Tapi apakah pantas mereka yang lebih powerful di dunia percaturan lebih ia takuti dari pada Tuhannya?
Bila ketakutan menjalar meremas hati
Pion kecil ini hanya bisa menutup mata dan tetap berjalan
Kemampuan menikmati mimpi buruk
Itulah cara pion kecil ini bertahan
Pion kecil ini hanya bisa berdoa dan berharap
Skenario Tuhan menuntunnya sebagai petunjuk jalan agar selamat ke tujuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

percakapan #1

X: kamu juga sih karena ga enak hati semuanya aja di-iya-in, ujung-ujungnya kamu sendiri kan yg kebingungan. Overload capacity. Y: kamu tahu kan bagaimana aku. X: iya aku tahu, tahu kalau sekarang kamu butuh jeda dan ruang bernapas. Aku gak peduli kalau dititik ini orang lain bilang kamu egois, ga bisa dipercaya, atau apa pun lah. Kamu itu bukan mesin. #percakapan

Inspirasi Kebaikan dari yang Gratisan

Siapa sih yang tak senang kalau dapat promo? Apalagi gratisan, termasuk soal makanan. Ya itulah yang saya rasakan setelah dua kali mendapat promo makan gratis di salah satu restoran Korea yang tersertifikasi halal.  What? Waittttt…. Iya halal sih, tapi gimana ceritanya muslimah yang kerudungnya lebar makan di restoran korea dengan setelan lagu ala budaya pop korea yang hype abis? girls bandnya saja pakaiannya kurang bahan, kan bertolak belakang sekali dengan nilai-nilai Islam. Jangan-jangan makan di sana karena ngefans sama artis koreanya? Tak malu apa sama kerudung? Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Buat saya pribadi, saya tidak merumitkan  itu. Dibilang ngefans tidak juga. Murni karena promonya menarik, makanannya halal dan rasanya enak. Saya berpikir positif, barangkali dengan semakin banyaknya muslim/ah yang datang ke restoran itu budaya popnya bisa sedikit bergeser ke arah yang lebih ramah dengan nilai Islam. Atau setidaknya customer muslim punya penga...