Langsung ke konten utama

(Un) Spoken Truth. #4

"Sorry, I can't talk with you on the future."

That was one of the painful text that i've ever received.

I was just left, without knowing the reason.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Nasihat yang (Tidak) Perlu Dimasukkan ke Hati

Jarang-jarang temanku berpendapat sebegini panjangnya. "Ning, selama berhubungan dengan manusia; ketulusan itu utopis banget. Apalagi zaman sekarang. Naif namanya kamu percaya dengan hal itu. Nih ya, mungkin kamu engga sadar; sebenernya orang-orang yang memberi kebaikan mereka ke kamu diam-diam mereka sedang menganggapmu seperti celengan. Suatu saat mereka pasti akan meminta kembali kebaikan itu darimu dalam bentuk yang lain. Lalu ketika kamu tidak bisa atau memilih untuk tidak ingin mengembalikan itu; mereka mulai mengungkit-ungkit aset apa yang sudah ditanamkannya  kepadamu. Kemudian dengan bias, kamu dianggap tidak sadar diri, tidak tahu balas budi, tidak tahu caranya bersyukur pada mereka. See??? Waspada saja kalau banyak orang baik yang terlalu baik disekitarmu, ingat ya; di dunia ini tuh gak ada yang mananya gratisan. Jangan percaya, bohong! Mungkin mulanya kamu sulit melihat ujungnya, tapi pasti ada yang tersembunyi dibalik itu. Terserah sih ma...

Karena Kaus Kaki

pernah ada seorang ikhwan yang menilai keakhwatan seorang perempuan lewat kaus kaki. dia bilang "coba aja perhatiin, kalau fulanah mah gak pake kaus kaki. jadi dia bukan akhwat" hhe? saya tertegun sejenak. berusaha mencerna hasil penilaian dia. aneh memang, ya saya pun merasa begitu. dalam hati gelak tawa menyeruak. tapi lisan tak berani bertingkah seperti apa yang ada di hati. oke, ini memang aneh. sampai saat ini kalau saya pikir-pikir memang masih aneh. atau sebenarnya memang dia yang aneh.

Kutipan Menarik dari Buku PhD Parents' Stories

Halo pembaca, kali ini saya ingin berbagi mengenai salah satu buku yang telah selesai saya baca pada bulan ini. Judulnya: PhD Parents’ Stories, Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup. Judul yang amat sangat menarik menurut saya pribadi.  Okay, pertama kali tahu buku ini dari hasil scrolling di linimasa facebook. Saya tersentuh dengan cuplikan cerita buku yang berisi mengenai dukungan penuh suami pada istrinya untuk menggapai mimpi (dalam hal ini pendidikan formal). It’s a very rarely thing . Di dunia saya, pendidikan bagi perempuan masih menjadi sesuatu yang kontroversial. I mean , di satu sisi perempuan boleh mengakses haknya terhadap pendidikan, tapi di sisi lain stigma negatif masyarakat tentang perempuan yang berpendidikan tinggi masih melekat erat. Nah, mari kita bedah buku ini. Secara garis besar Phd Parents’ Stories terdiri dari 4 bagian utama, yakni bagian: memilih pasangan hidup, perjuangan perempuan semesta, dunia parenting, dan belajar dari mereka. Pada bagian ...