Langsung ke konten utama

Postingan

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope, kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis, sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?).
M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir aktif menulis waktu masih men…
Postingan terbaru

Ruang Berbagi Sejarah

Aku membuat itu karena ingin menemaninya. Kalau tak bisa setiap hari, setidaknya sepekan sekali. Aku ingin dia tahu bahwa apa yang dilakukannya itu bukan sebuah kesia-siaan. Dan dia tak perlu melakukan itu sendirian. Akan lebih kuat kalau ada teman kan? Ah, sekalian saja kubuat dunianya ramai.
Lagipula, aku tak tahu berapa lama waktu yang kupunya dengannya. Maka seandainya suatu hari nanti aku beranjak pergi, kuharap dia tidak sendirian; lebih tepatnya tidak kesepian.
Aku ingin mengenalnya, dan di sisi lain aku ingin dia bisa mengenalku dengan baik. Aku mulai meminta banyak hal, sambil perlahan membuka gerbang perbatasan yang kupunya. Aku memperbolehkannya masuk melalui permintaan-permintaan anehku itu. Entah dia menyadarinya atau tidak. Entah dia mau memanfaatkannya atau tidak. Aku tidak ingin mengungkapkannya secara eksplisit.
Aku ingin membuat kenangan untuknya dan semoga dia bisa mengingatnya dengan baik. Kenangan yang bermanfaat tentunya. Sebuah kenangan untuk menemani perjalana…

Jelajah Batu-Malang

Tulisan kali ini merupakan kelanjutan dari cerita tentang jelajah Malang. Destinasi utama hari terakhir di Batu-Malang adalah Museum Angkut. Berhubung Sabtu ternyata jam operasionalnya siang, akhirnya saya dan sahabat saya putar haluan ke destinasi lain setelah itu baru kembali ke sini. 
Tempat yang kami kunjungi yaitu Coban Rondo. Dalam bahasa Indonesia, coban artinya air terjun dan rondo berarti janda. Maka bila digabung menjadi air terjun janda, entah sejarahnya bagaimana sehingga diberi nama demikian. Menariknya di kawasan juga ini terdapat beberapa air terjun lain, namun karena musim hujan dan jalanannya belum baik jadi kami urung lihat-lihat ke sana.
Jarak dari pintu masuk ke air terjun sendiri cukup jauh kalau ditempuh dengan berjalan kaki. Selama perjalanan kita bisa melihat banyak pepohonan di sisi kanan dan kiri. Tempat ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan. Ada juga hewan yang berkeliaran di sini, beberapa monyet hutan yang sepertinya jinak dan sudah terbiasa dengan ke…

Memahami Diri Sendiri

Bagaimana kita bisa mengenal dan memahami diri kita sendiri?
Dalam kajian psikologi, ada dua persepsi tentang diri sendiri. Pertama sebagai “aku yang diketahui” atau biasa disebut sebagai konsep diri (self concept) yaitu pengetahuan mengenai siapakah diri kita. Kedua adalah “aku yang mengetahui” atau dikenal dengan istilah kesadaran diri (self awareness), yakni cara kita berpikir mengenai diri sendiri.
Diri (the self) memiliki dua fungsi berupa fungsi organisasional dan fungsi eksekutif. fungsi organisasional merupakan cara seseorang mengorganisasikan pengetahuan mengenai diri sendiri seperti mencatat, memikirkan dan mengingat dirinya sendiri. Ada kecenderungan bahwa seseorang mengingat informasi secara lebih baik apabila informasi itu berkaitan dengan dirinya. Sedangkan fungsi eksekutif, yaitu diri bertugas memutuskan untuk meregulasi perilaku, pilihan-pilihan dan rencana di masa depan. Regulasi diri ini berkaitan dengan pengendalian diri. Orang dalam kondisi stres dan kelelahan cen…

Belajar Menjadi Ibu Profesional

Setelah mengikuti kelas matrikulasi institut ibu profesional, ada banyak hal yang membuat mata saya terbuka lebih lebar. Ternyata menjadi ibu profesional itu tidak instan. Ada serangkaian proses yang perlu dipahami dan dijalani seorang perempuan. Baik dalam hal kapasitasnya sebagai seorang individu, seorang istri, maupun sebagai seorang ibu.
Setiap proses-proses itu tentu ada pembelajaran dan ilmunya tersendiri. Dan seperti nasihat dari Imam ghazali bahwa ilmu itu bukanlah yang dihafal, melainkan yang ada di dalam dada; maka konsekuensinya dalam setiap pembelajaran di kelas ini dituntun agar dikerjakan secara nyata akan benar-benar terpahat di dada. Berikut saya akan mengulas beberapa hal yang menarik dari materi di kelas matrikulasi.
#Week 1 Pada minggu ini, kami belajar tentang adab. Bahkan adab terhadap ilmu itu sendiri penting untuk diketahui. Sebab adab adalah prasyarat atas baiknya ilmu dan amal yang dijalankan. Menuntut ilmu sendiri merupakan proses untuk meningkatkan kemuliaa…

Memahami Orang Lain

Mengapa kita tertarik untuk memahami orang lain? Kita cenderung tertarik memahami orang lain karena mereka punya peranan penting dalam hidup kita. Kita seringkali menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mengerti perilakunya. Kita akan selalu mencoba memahami mereka dengan meneliti emosinya dan menafsirkan perilakunya. Kadang kala yang kita lakukan itu tepat tapi tentu tidak selamanya berhasil.
Dalam psikologi, proses ini bisa disebut sebagai persepsi sosial; yakni proses-proses yang kita gunakan untuk mencoba mengetahui dan memahami orang kita. Dengan persepsi sosial, kita melatih kemampuan untuk membaca orang lain. Lebih lanjut hal ini bisa berguna untuk melatih empati kita terhadap orang lain.
Apa yang kita lakukan saat kita membentuk persepsi sosial? Kita sangat tertarik untuk memahami dan mencari tahu bagaimana perasaan orang lain saat ini -terlebih mereka yang kita anggap spesial di hati, kita tentu akan memikirkan mereka lebih banyak daripada orang lain. Ketika kita merasa penasa…

Profesi Membangun Peradaban

Menjalani hidup sebagai seorang dosen adalah sebuah profesi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Perasaan nervous tentang ilmu yang belum seberapa dan pengalaman dalam dunia praktis yang masih minim bisa dibilang sempat menjadi kekhawatiran tersendiri. Tapi bukan berarti kekhawatiran itu jadi palu untuk memukul mundur. Justru ketika dijalani, kekhawatiran tersebut berubah menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai seorang dosen. Sebelum terjun ke dalam misi ini, saya sempat di-braindstorming oleh salah satu senior sekaligus dosen saya selama dua jam lebih. Kami berdiskusi tentang bagaimana semestinya menjalani pilihan hidup yang satu ini. Saya berterima kasih sekali pada beliau yang sudah berbagi pengalamannya secara terang-terangan pada waktu itu. Pencerahan dari beliau sedikit banyak memberi solusi dan kemantapan untuk menjalani profesi ini dengan sepenuh hati.
Kalau ditanya apa saja suka duka sebagai dosen muda, wah nano-nano rasanya. Mulai dari d…