Langsung ke konten utama

Harta Terpendam

Sejarah adalah harta terpendam yang membutuhkan kerja keras, waktu, kekuatan, akal, hati dan anggota tubuh lain untuk menggalinya.
Kini kita terhimpun dalam satu wadah, mengikrarkan diri di Fajrul Islam Gunadarma.
Sudahkah kita (orang-orangyang terpilih dari sekian ribu mahasiswa yang ada di UG) yang menyandang gelar sebagai pengurus benar-benar mengetahui apa sebenarnya yang kita cari di Fajrul Islam, harta terpendam apa yang ada ditempat kita bernaung sekarang?
Bukankah sejarah adalah tentang perulangan?
Mau sampai kapan memulai segala sesuatunya dari titik nol?
Mau berapa lama lagi kita tertidur dalam ketidakpedulian?
Bukankah Fajrul itu artinya kebangkitan?
Kalau sampai detik ini kita masih buta, tak tahu tentang harta terpendam yang kita miliki, tidak kah kita curiga pada diri sendiri, jangan-jangan kitalah si pencari harta terpendam titipan Allah itu?

“Fajrul Islam kini menyingsing, meretas dakwah yang kian terasing...” (Mars Fajrul Islam)

#Gak Perlu di Like
#Bacanya Kalem Aja
#Selamat Mencari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

Inspirasi Kebaikan dari yang Gratisan

Siapa sih yang tak senang kalau dapat promo? Apalagi gratisan, termasuk soal makanan. Ya itulah yang saya rasakan setelah dua kali mendapat promo makan gratis di salah satu restoran Korea yang tersertifikasi halal.  What? Waittttt…. Iya halal sih, tapi gimana ceritanya muslimah yang kerudungnya lebar makan di restoran korea dengan setelan lagu ala budaya pop korea yang hype abis? girls bandnya saja pakaiannya kurang bahan, kan bertolak belakang sekali dengan nilai-nilai Islam. Jangan-jangan makan di sana karena ngefans sama artis koreanya? Tak malu apa sama kerudung? Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Buat saya pribadi, saya tidak merumitkan  itu. Dibilang ngefans tidak juga. Murni karena promonya menarik, makanannya halal dan rasanya enak. Saya berpikir positif, barangkali dengan semakin banyaknya muslim/ah yang datang ke restoran itu budaya popnya bisa sedikit bergeser ke arah yang lebih ramah dengan nilai Islam. Atau setidaknya customer muslim punya penga...

percakapan #1

X: kamu juga sih karena ga enak hati semuanya aja di-iya-in, ujung-ujungnya kamu sendiri kan yg kebingungan. Overload capacity. Y: kamu tahu kan bagaimana aku. X: iya aku tahu, tahu kalau sekarang kamu butuh jeda dan ruang bernapas. Aku gak peduli kalau dititik ini orang lain bilang kamu egois, ga bisa dipercaya, atau apa pun lah. Kamu itu bukan mesin. #percakapan