Langsung ke konten utama

Dalam Mihrab Cinta


Ini lagu gak sengaja nemu pas lagi jalan-jalan di tumblr orang. Biasanya sih saya ga terlalu ngeh sama lagu-lagu, apalagi yang temanya cinta. Soalnya mainstream banget temanya. Hehehe.. Ehh tapi pas didengerin, yang ini beda. Hmmmn.. jadi mikir, ada gak ya orang yang kayak begini. Umnn maksudnya dia cinta tapi ikhlas banget, rela banget gitu. Kalau ada hebat banget kali ya itu orang. Kan umumnya dimasyarakat kalau cinta atau suka sama orang trus nembak trus jadian trus putus nyambung deh. Basi banget alurnya, udah gitu belum halal lagi (*sotoy mode on). Oiya ini lagu juga merupakan soundtrack film dengan judul yang sama: Dalam Mihrab Cinta. Saya juga belum pernah nonton filmnya sih, haha padahal waktu itu sempet disuruh teman untuk nonton. Tapi lupa mulu~


Demi cinta kupergi
Tinggalkanmu relakanmu
Untuk cinta
Tak pernah kusesali
Saat ini
Kualami, kulewati

Suatu saat ku kan kembali
Sungguh sebelum aku mati
Dalam mihrab cinta kuberdoa
Semoga
Suatu hari kau kan mengerti
Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta kuberdoa
PadaNya

Karena cinta
Kuikhlaskan
Segalanya kepadaNya
Untuk cinta
Tak pernah kusesali
Saat ini
Kualami, kulewati

Suatu saat ku kan kembali
Sungguh sebelum aku mati
Dalam mihrab cinta kuberdoa
Semoga
Suatu hari kau kan mengerti
Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta kuberdoa
PadaNya

Suatu saat ku kan kembali
Sungguh sebelum aku mati
Dalam mihrab cinta kuberdoa
Semoga
Suatu hari kau kan mengerti
Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta kuberdoa
PadaNya

Semoga
Semoga.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

Inspirasi Kebaikan dari yang Gratisan

Siapa sih yang tak senang kalau dapat promo? Apalagi gratisan, termasuk soal makanan. Ya itulah yang saya rasakan setelah dua kali mendapat promo makan gratis di salah satu restoran Korea yang tersertifikasi halal.  What? Waittttt…. Iya halal sih, tapi gimana ceritanya muslimah yang kerudungnya lebar makan di restoran korea dengan setelan lagu ala budaya pop korea yang hype abis? girls bandnya saja pakaiannya kurang bahan, kan bertolak belakang sekali dengan nilai-nilai Islam. Jangan-jangan makan di sana karena ngefans sama artis koreanya? Tak malu apa sama kerudung? Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Buat saya pribadi, saya tidak merumitkan  itu. Dibilang ngefans tidak juga. Murni karena promonya menarik, makanannya halal dan rasanya enak. Saya berpikir positif, barangkali dengan semakin banyaknya muslim/ah yang datang ke restoran itu budaya popnya bisa sedikit bergeser ke arah yang lebih ramah dengan nilai Islam. Atau setidaknya customer muslim punya penga...

percakapan #1

X: kamu juga sih karena ga enak hati semuanya aja di-iya-in, ujung-ujungnya kamu sendiri kan yg kebingungan. Overload capacity. Y: kamu tahu kan bagaimana aku. X: iya aku tahu, tahu kalau sekarang kamu butuh jeda dan ruang bernapas. Aku gak peduli kalau dititik ini orang lain bilang kamu egois, ga bisa dipercaya, atau apa pun lah. Kamu itu bukan mesin. #percakapan