Langsung ke konten utama

Ngelindur

                Kemaren pulang kuliah jam 4 sore, gak seperti biasanya memang. Kemaren sedang ingin pulang cepat. Malamnya tidur cepat, ba’da isya langsung tidur. Ngantuk, kemaren terasa sangat ngantuk. Mungkin baru 5 menit bersandar di kasur, langsung terlelap. Entah apa yang terjadi semalam, aku gak sadar.
                Pagi ini tiba-tiba jadi anak yang rajin (hahahah…gak seperti biasanya). Ba’da subuh langsung menyapu. Setelah itu ngepel rumah (biasanya nyapu aja trus langsung pergi kuliah, kalau ngepel urusannya si Tika, adik perempuanku yang sedang libur panjaaang atau mungkin lagi bolos. Haha abisnya gak masuk-masuk sekolah).
                Buka fb, di beranda langsung ada statusnya dia. Dia bilang, ”Gue lagi cerita juga eh malah ditinggal tidur -_- aseeeeeeeeemmmm~ kamfret bener ni orang! =..=”
Ahahaha kasian amat, ni anak satu emang kalau lagi cerita berderet kagak selesai-selesai. Tapi semalam dia cerita sama siapa? Sepertinya cuma ada aku di kamar.
                Ku komentari saja statusnya, ”Siapa tik?”
                “Tumben nanya kayak gini, lagi sakit lu ya??”
                “Yodah,, ga terlalu pen tw juga si..wkwkw” jawabku asal.
                ngigony ketawa tadi malem muahahaha
                “Ngelindur? apa tadi malam bangun? ga inget apa2 tuh :P
                Ahahahaha, mungkin di mimpi tadi malam sedang bahagia atau ada kejadian lucu. Ahahaha gak tahu juga. Kadang ada waktu dimana aku bisa tidur lebih dari 15 jam. Oke ini aneh,, mudah-mudahan saja aku tidak sedang menjadi orang lain ketika tertidur. Ahahaha…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

Kutipan Menarik dari Buku PhD Parents' Stories

Halo pembaca, kali ini saya ingin berbagi mengenai salah satu buku yang telah selesai saya baca pada bulan ini. Judulnya: PhD Parents’ Stories, Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup. Judul yang amat sangat menarik menurut saya pribadi.  Okay, pertama kali tahu buku ini dari hasil scrolling di linimasa facebook. Saya tersentuh dengan cuplikan cerita buku yang berisi mengenai dukungan penuh suami pada istrinya untuk menggapai mimpi (dalam hal ini pendidikan formal). It’s a very rarely thing . Di dunia saya, pendidikan bagi perempuan masih menjadi sesuatu yang kontroversial. I mean , di satu sisi perempuan boleh mengakses haknya terhadap pendidikan, tapi di sisi lain stigma negatif masyarakat tentang perempuan yang berpendidikan tinggi masih melekat erat. Nah, mari kita bedah buku ini. Secara garis besar Phd Parents’ Stories terdiri dari 4 bagian utama, yakni bagian: memilih pasangan hidup, perjuangan perempuan semesta, dunia parenting, dan belajar dari mereka. Pada bagian ...

Yang Diprioritaskan

Berapa kali dalam sehari kiranya kita memikirkan tentang orang tua kita? Tentang kebutuhannya? Atau tentang bahagianya? Beberapa waktu yang lalu ketika hendak ke kampus Salemba, saya bertemu dengan seorang ibu paruh baya yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online. Ini pertama kalinya saya mendapat pengemudi seorang perempuan. Ibu ini lumayan aktif membuka obrolan sepanjang perjalanan. “Neng, mau kuliah ya?” tanya si Ibu “iya bu. Ke kampus Salemba ya.” Sengaja saya iyakan, sudah biasa dikira masih mahasiswa (hehe). “mau lewat mana Neng? Kanan atau kiri?” “kanan aja bu, biar ga kena macet di RSCM.” “oke neng, kita lewat arah jalan pramuka ya.” “neng, sekarang biaya kuliah berapa ya?” “kalau sekarang bisa lebih dari 10 juta bu persemester, itu juga tergantung jurusannya apa. Kalau yang berkaitan dengan jurusan IT biasanya lebih mahal.” “oohh.. kalau dulu pas Neng masuk, berapa bayarnya?” “kalau dulu zaman saya masuk ditotal semuanya sekitar 50 jutaan bu.” “...