Langsung ke konten utama

Jaga Jarak

Ada hal yang gak bisa dijelaskan dari diri perempuan, apalagi kalau soal emosi.
Sebagai perempuan saya juga bingung, sedang dilanda apa ini, yang jelas emosi kacau.
Labil! Bawaannya marah-marah terus (so devil), tapi gak tahu karena apa?
Katanya sih perempuan kalau lagi PMS emang gitu. Masa iya? Agak gak percaya juga.
Moodnya berubah-ubah.
Bikin desain rasanya gak ada yang cocok.
Bikin tulisan yang jadi malah coret-coretan benang kusut.
Baca buku, mata malah jadi semrawut.
Maunya gak mau melakukan sesuatu yang berat.
Biasanya kalau suasana hati lagi gak bagus solusinya : Tidur !
Tapi mau sampai berapa jam tidur terus, gak guna banget dah aktivitasnya.
Ketemu orang, rasanya males,
Apalagi kalau ada yang bikin kesel, maunya gigit itu orang (astagfirullah)
Hummpph.. mendingan kalau pas begini jauh-jauh dari saya, jaga jarak, biar sama-sama aman. Siapa pun itu.
Pas masa-masa begini, rasanya otak di luar kendali.
Mohon maaf ya, siapa pun itu, yang secara gak sadar bisa tersakiti kalau saya lagi begini.
Sekali lagi, lebih baik jaga jarak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

Inspirasi Kebaikan dari yang Gratisan

Siapa sih yang tak senang kalau dapat promo? Apalagi gratisan, termasuk soal makanan. Ya itulah yang saya rasakan setelah dua kali mendapat promo makan gratis di salah satu restoran Korea yang tersertifikasi halal.  What? Waittttt…. Iya halal sih, tapi gimana ceritanya muslimah yang kerudungnya lebar makan di restoran korea dengan setelan lagu ala budaya pop korea yang hype abis? girls bandnya saja pakaiannya kurang bahan, kan bertolak belakang sekali dengan nilai-nilai Islam. Jangan-jangan makan di sana karena ngefans sama artis koreanya? Tak malu apa sama kerudung? Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Buat saya pribadi, saya tidak merumitkan  itu. Dibilang ngefans tidak juga. Murni karena promonya menarik, makanannya halal dan rasanya enak. Saya berpikir positif, barangkali dengan semakin banyaknya muslim/ah yang datang ke restoran itu budaya popnya bisa sedikit bergeser ke arah yang lebih ramah dengan nilai Islam. Atau setidaknya customer muslim punya penga...

percakapan #1

X: kamu juga sih karena ga enak hati semuanya aja di-iya-in, ujung-ujungnya kamu sendiri kan yg kebingungan. Overload capacity. Y: kamu tahu kan bagaimana aku. X: iya aku tahu, tahu kalau sekarang kamu butuh jeda dan ruang bernapas. Aku gak peduli kalau dititik ini orang lain bilang kamu egois, ga bisa dipercaya, atau apa pun lah. Kamu itu bukan mesin. #percakapan