Langsung ke konten utama

Ups Salah Orang

Kebiasaan buruk yang satu ini: sering salah mengenali orang lain, agaknya susah sekali dihilangkan. Waktu itu nge-chat sama teman yang namanya Jun, kirain dia itu teman seangkatan aku, eeehhh ternyata dia orang lain, dari kampus lain, yang kebetulan namanya sama. Jadinya salah mengira, udah gitu yuning bicaranya semena-mena banget lagi, berasa udah kenal. Tapi nyadarnya terakhir-akhir. Weeehh jadi malu >.<

Yang ini juga, pas komen-komenan distatus sendiri ada orang yang namanya sama-sama rahman aulia dan aulia rahman, nah kan mirip ya. Sensor yuning salah mengenali kedua orang itu, yang satu kakak kelas, yang satu lagi kakaknya teman SMA. Waktu itu kak Rahman (kakak kelas) pernah janji mau nraktir makan eh tapi belum sempet kesampean, pas dikomen itu salah malah ngingetinnya ke kak Rahman (kakaknya teman SMA). Akhirnya kak Rahman (kakaknya teman SMA) jadi bingung gitu dan komunikasi kita jadi gak nyambung. Dan itu juga gara-gara salah mengenali orang. Ampun deh malunyaaaa. Untung itu dikomen, kalau ketemu langsung, udah gak kebayang merahnya ini muka, pasti mirip kepiting rebus.

Sederet kejadian dudul lainnya juga gara-gara salah mengenali orang. Yaampun.. semoga kebiasaan buruk yang satu ini gak kambuh kalau pas ketemu orang-orang penting, bisa kacau nantinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

Inspirasi Kebaikan dari yang Gratisan

Siapa sih yang tak senang kalau dapat promo? Apalagi gratisan, termasuk soal makanan. Ya itulah yang saya rasakan setelah dua kali mendapat promo makan gratis di salah satu restoran Korea yang tersertifikasi halal.  What? Waittttt…. Iya halal sih, tapi gimana ceritanya muslimah yang kerudungnya lebar makan di restoran korea dengan setelan lagu ala budaya pop korea yang hype abis? girls bandnya saja pakaiannya kurang bahan, kan bertolak belakang sekali dengan nilai-nilai Islam. Jangan-jangan makan di sana karena ngefans sama artis koreanya? Tak malu apa sama kerudung? Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Buat saya pribadi, saya tidak merumitkan  itu. Dibilang ngefans tidak juga. Murni karena promonya menarik, makanannya halal dan rasanya enak. Saya berpikir positif, barangkali dengan semakin banyaknya muslim/ah yang datang ke restoran itu budaya popnya bisa sedikit bergeser ke arah yang lebih ramah dengan nilai Islam. Atau setidaknya customer muslim punya penga...

percakapan #1

X: kamu juga sih karena ga enak hati semuanya aja di-iya-in, ujung-ujungnya kamu sendiri kan yg kebingungan. Overload capacity. Y: kamu tahu kan bagaimana aku. X: iya aku tahu, tahu kalau sekarang kamu butuh jeda dan ruang bernapas. Aku gak peduli kalau dititik ini orang lain bilang kamu egois, ga bisa dipercaya, atau apa pun lah. Kamu itu bukan mesin. #percakapan