Langsung ke konten utama

Aku Tahu

aku tahu
bicara denganmu adalah sesuatu yang mengalir, ringan,apa adanya dan terasa nyaman.
sayang kamu temanku,
kalau kamu artis mungkin aku akan menjadi fansmu.
tapi setelah dipikir-pikir mendalam,
aku tak mau jadi pemuja.
karena aku takkan bisa memuja tanpa kecewa.
karena aku manusia biasa.
jadi biarkan pemujaan ini hanya pada Tuhan kita saja,
Allah yang maha tahu segala segalanya.

aku tahu,
menjadi sahabatmu adalah berkah yang selalu kusyukuri
tanpa perlu berhitung untung rugi
tentang berapa banyak kecewa dan bahagia yang membalut persahabatan kita,
tapi seberapa kuat kita menjadi diri sendiri dan bisa berbagi dengan ketulusan hati,
lalu bisa saling mengingatkan tanpa benci.

aku tahu,
dan berharap kamu tahu
aku ingin tetap menjadi sahabat baikmu
meski waktu dan keadaan merubah sebagian dari diri kita,
tak ada yang berubah dengan persahabatan kita.

#copas dari puisi karya seseorang di fb (lupa namanya dan gak kenal). tapi apresiasi banget buat puisi ini. dan didedikasikan untuk sahabat-sahabatku :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Untuk Sabtulis

Dear Readers ! Pertama-tama, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Yeay, kamu beruntung karena ada persembahan khusus di minggu ini. Sebuah tulisan tentang menulis. Lho bukannya sudah pernah menulis tentang menulis, Ning? Nope , kali ini berbeda. Saya akan sedikit bercerita tentang Sabtulis , sebuah gerakan untuk bersama-sama produktif menulis. Selamat datang dan selamat menengok dapur kecil kami melalui tulisan singkat ini. Supaya asyik, saya akan ditemani oleh seorang interviewer berinisial M. Ya, pokoknya sebut saja dia M (Misteri?). M    : Apa yang menjadi ide awal memulai Sabtulis dan dengan siapa kamu memulainya? Y    : Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat nan jauh di Timur Jawa berinisial B tentang blog. Mr. B ini bekerja dibidang media dan jurnalistik. Kebetulan Mr. B cukup aktif menulis blog dan memang pekerjaan sehari-harinya berkaitan dengan tulisan. Berbanding terbalik dengan saya yang blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba. Terakhir...

Inspirasi Kebaikan dari yang Gratisan

Siapa sih yang tak senang kalau dapat promo? Apalagi gratisan, termasuk soal makanan. Ya itulah yang saya rasakan setelah dua kali mendapat promo makan gratis di salah satu restoran Korea yang tersertifikasi halal.  What? Waittttt…. Iya halal sih, tapi gimana ceritanya muslimah yang kerudungnya lebar makan di restoran korea dengan setelan lagu ala budaya pop korea yang hype abis? girls bandnya saja pakaiannya kurang bahan, kan bertolak belakang sekali dengan nilai-nilai Islam. Jangan-jangan makan di sana karena ngefans sama artis koreanya? Tak malu apa sama kerudung? Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Buat saya pribadi, saya tidak merumitkan  itu. Dibilang ngefans tidak juga. Murni karena promonya menarik, makanannya halal dan rasanya enak. Saya berpikir positif, barangkali dengan semakin banyaknya muslim/ah yang datang ke restoran itu budaya popnya bisa sedikit bergeser ke arah yang lebih ramah dengan nilai Islam. Atau setidaknya customer muslim punya penga...

percakapan #1

X: kamu juga sih karena ga enak hati semuanya aja di-iya-in, ujung-ujungnya kamu sendiri kan yg kebingungan. Overload capacity. Y: kamu tahu kan bagaimana aku. X: iya aku tahu, tahu kalau sekarang kamu butuh jeda dan ruang bernapas. Aku gak peduli kalau dititik ini orang lain bilang kamu egois, ga bisa dipercaya, atau apa pun lah. Kamu itu bukan mesin. #percakapan